Home Travel Mengenal Sejarah Dome of the Rock (Qubbah As-Shakhrah)

Mengenal Sejarah Dome of the Rock (Qubbah As-Shakhrah)

13 min read
0
0
27
Mengenal Sejarah Dome of the Rock (Qubbah As-Shakhrah)

Kubah ini Melalui perintah sang ayah  Al-Wahid bin Abdul Malik membangun sebuah kubah yang berdiri di atas batu besar, di tengah – tengah halaman depan Mesjid Al-Aqsha A-Mubarak. Untuk membangun nya Al – Wahid memanggil tukang bangunan dan seorang Arsitek. Pembangunan memakan waktu sekitar 4 tahun lama nya dan selesai pada tahun 72 Hijriah. Orang-orang mengenal kubah ini sebagai masjid Qubbah AS-Shakrah (Kubah Batu / Dome Of The Rock).

Mengenal Sejarah Dome of the Rock (Qubbah As-Shakhrah)
Mengenal Sejarah Dome of the Rock (Qubbah As-Shakhrah)

[ Ikuti Program Umroh Plus Cairo ]

Bangunan Mesjid Kubah Ash-Shakrah ini memiliki panjang sekitar 18 meter dengan mempunyai lebar sekitar 13 meter dengan tinggi nya sekitar 1 meter dengan bentuk tdk beraturan. Dari arah barat sisi tampak lebih tinggi dan dari arah timur sisi nya lebih rendah. Di dalam kubah terdapat Gua besar yang bisa di masuki dari sisi selatan.
The Dome Of The Rock di bangun di antara tahun 687 sampai tahun 691 oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan, Khalifah Ummaiyyah. Sejarah bangunan ini telah melewati berbagai zaman, yaitu zaman islam, zaman perang salib, zaman Mandat Britania dan zaman Penduduk Israel.

Kubah Shakhrah bukanlah sebuah masjid sebalik nya, merupakan sebuah kompleks yang terdapat nya sebuah batu besar yang di katakan tempat Nabi Muhammad Saw berdiri ketika peristiwa Isra dan Mi’raj. Qubbat As-Sakhrah terletak di Baitul muqaddis di kawasan Al-Haram asy-Syarif. Qubbat As-Sakhrah bukan lah Masjid Al-Aqsa karena Masjid Al-Aqsa terletak tidak jauh dari pada bangunan ini. Qubbat Al-Sakhrah sering kali di salah artikan sebagai Masjid Omar yang merupakan tempat Umar  bin Khattab bersalat ketika tiba di Baitulmuqaddis.

The Dome Of The Rock, di bina di atas tempat dimana menurut kepercayaan umat islam, Nabi Muhammad Saw naik ke langit pada malam Isra ‘ Miraj. Ada beberapa fakta mengenai The Dome Of The Rock :

  1. The Dome Of The Rock, di bina di atas tempat di mana menurut orang-orang yahudi, Nabi Ibrahim menawarkan anak nya sebagai korban.
  2. The Dome Of The Rock, bukanlah sebuah masjid. Melainkan sebuah bangunan peringatan untuk tapak lokasi peristiwa malam Isra’Miraj. Dan merupakan salah satu bagian dari Mesjid Al-Aqsha.
  3. The Dome Of The Rock, sering kali di salah artikan sebagai masjid Omar yang merupakan tempat Umar Bin Al-Khattab bersholat ketika setiba di Baitulmuqaddis. Jadi intinya bukan masjid umar yaa..
  4. Tahukan kamu Bahwa masjid The Dome Of The Rock berbentuk segi 8 / bentuk bsngunsnn nys octagon.
  5. The Dome Of The Rock, adalah struktur bangunan tertua islam yg masih ada sampai dengan hari ini. Dan menjadi obyek wisata di Masjidil Aqsha.

Masjidil Aqsa memang sangat lekat dengan umat Islam. Meski demikian, ada sejumlah fakta yang belum jamak di ketahui tentang masjid yang di muliakan ini.

Nama Al Aqsa mula nya di gunakan untuk menyebut situs yang terletak di Palestina Bagian timur ini. Padahal, Masjidil Aqsa bukanlah satu-satu nya masjid yang berada situs itu. Untuk mencegah kebingungan, kompleks bersejarah itu disebut dengan nama Al-Haram Asyarif alias tanah suci yang mulia. Nama Kubah Batu sendiri di sesuaikan dengan kondisi tempat berada nya bangunan tersebut. Dalam Ensiklopedi Tematis Dunia Islam: Pemikiran dan Peradaban telah di jelaskan bahwa bangunan Kubah Batu ini tepat nya didirikan di atas (gunung) batu atau karang (sakhrah). Pada batu karang ini terdapat jejak kaki Nabi Muhammad SAW

Tempat itu juga di sebut dengan Gunung Moria, yang di percaya kaum Yahudi, Kristen, dan sebagian Muslim sebagai tempat nabi Ibrahim AS mempersiapkan dirinya untuk mengurban kan anak nya yaitu Ishaq AS. Nama lain tempat yang sama adalah Gunung Kuil, yang di akui sebagai tempat kuil nabi Sulaiman AS. Di sana pernah berdiri kuil Yahudi hingga keruntuhan nya pada tahun 70. (baca juga : Umroh Lailatul Qodar Pahala Berlipat-Lipat)

Dalam kompleks Al-Haram asy-Syarif , selain Kubah Batu, terdapat dua bangunan lain, yaitu Kubah Silsilah (Qubbah as-Silsilah) dan Masjidilaksa (al-Masjid al-Aqsa). Kubah Silsilah merupakan sebuah bangunan yang lebih kecil di timur Kubah Batu.

Pada dasarnya Kubah Batu bukanlah sebuah bangunan yang merepresentasikan budaya Islam, meskipun kenyataan nya bangunan ini di dirikan oleh orang-orang Muslim atau sekurang-kurang nya atas perintah orang-orang Muslim, dan mempunyai fungsi yang berkaitan dengan penaklukan Islam atas musuh-musuh nya. Kubah Batu sebenarnya adalah monumen untuk kemenangan itu.

Mengenal Sejarah Dome of the Rock (Qubbah As-Shakhrah)
Mengenal Sejarah Dome of the Rock (Qubbah As-Shakhrah)

Yang membuat Kubah Batu itu merupakan bangunan Islam bukan bentuk nya, tetapi tujuan nya. Tujuan tersebut di ungkapkan bukan dalam bahasa artistik yang di miliki nya melainkan dengan cara non-arsitektural, yakni tulisan-tulisan Arab yang terdapat pada bagian dinding bangunan tersebut.

Kubah Batu tersebut berbeda dengan masjid dalam bentuk maupun dalam tujuan. Bangunan monumental bagi umat Islam ini memiliki desain dan corak arsitektur yang tidak terlalu khas bangunan tempat ibadah umat Islam. Secara keseluruhan, bangunan ini justru didasarkan pada model-model pra-Islam. Karenanya, rancangan Kubah Batu meniru tipe memusat (terfokus pada sebuah pusat) yang biasa digunakan untuk tempat-tempat pembaptisan dan bangunan gereja.

Perancangan Kubah Batu sangat mendasarkan pada perhitungan geometris, terutama dalam menentukan bentuk dan titik-titik pada denah bangunan. Bentuk denahnya yang segi delapan (oktagonal) berbeda dengan prinsip bangunan masjid. Bentuk denah seperti inilah yang menyebabkan arah kiblat menjadi kabur.

Dengan bentuk oktagonal ini dengan nyata di maksud kan sebagai simbol kekuasaan. Dalam hal ini, sebuah bundaran di lingkungi oleh sebuah oktagon dalam oktagon lain. Ini merupakan pola geometris sederhana yang dapat di buat dari penempatan sebuah bujur sangkar pada bujur sangkar lain dengan memutarnya 45 derajat. Kolom berbentuk sama sebanyak 16 bersama dengan pilaster di setiap sudut nya tampak menyangga atap keliling. Pola seperti ini biasa di temukan pada karya arsitektur Bizantium.

Gaya Bizantium juga bisa kita saksikan pada desain bagian dalam (interior) bangunan Kubah Batu ini. Di dalam dekorasi bangunan monumental itu banyak terdapat mozaik-mozaik yang menunjukkan perpaduan motif-motif Sasanid dan Bizantium yang merupakan karakteristik seni Islam awal. Interior itu dihiasi secara mewah dengan beraneka ragam warna dan bahan material pada ornamennya. Bahan material yang digunakan pada ornamen Kubah Batu banyak menggunakan marmer, mozaik, keramik, dan lapisan emas.

Mengenal Sejarah Dome of the Rock (Qubbah As-Shakhrah)
Mengenal Sejarah Dome of the Rock (Qubbah As-Shakhrah)

Kubah Batu telah mengalami beberapa kali perbaikan dalam sejarahnya yang panjang. Salah satu perbaikan yang paling penting dilakukan pada abad ke-16 M pada masa pemerintahan Sultan Sulaiman Yang Agung (1520-1566). Perbaikan itu dilakukan dengan menutupi bagian luar (eksterior) bangunan. Dengan ubin keramik yang dilapisi kaca yang menutupi mozaik sebelumnya. Ubin keramik itu adalah pelopor ubin Iznik yang menjadi ciri khas penting arsitektur Usmani.

Ubin yang menutupi bangunan itu sekarang ditambahkan pada 1968. Pada waktu yang bersamaan, Kubah Batu dilapisi dengan emas untuk pertama kali. Lapisan emas yang ada sekarang dibuat pada tahun 1993.

Masjidil Aqsa memang bukan satu-satunya masjid di kompleks ini. Masjid-masjid itu juga lekat dengan sejarah Islam. Selain Masjidil Aqsa ada pula Masjid Qibla, Masjid Al Sakhra alias Dome of the Rock, Masjid Buraq, Masjid Marwani, dan lainnya. Kekeliruan paling umum terjadi saat melihat gambar Masjid Dome of the Rock. Banyak orang yang mengangap masjid inilah yang merupakan Masjidil Aqsa. Padahal antara Masjidil Aqsa dan Dome of the Rock itu beda sama sekali.

Dome of the Rock memiliki kubah kuning keemasan. Konon kubah ini memang dilapisi emas. Masjid ini juga menjadi salah satu ikon Yerusalem. Banyak orang yang menganggap bangunan inilah Masjidil Aqsa. Bahkan, saat melakukan penelusuran Masjidil Aqsa melalui Google, gambar yang dominan muncul adalah gambar Masjid Al Sakhra dengan kubah kemilaunya.

Masjidil Aqsa terletak di sebelah selatan Masjid Al Sakhra. Panjang bangunan sekitar 83 meter. Lebar 56 meter. Sekitar 5.000 orang mampu ditampung masjid ini. Jika ditambah dengan daerah sekeliling, luasnya sekitar 144.000 meter persegi. Muat untuk 400.000 jamaah.

 

 

Load More Related Articles
Load More By Pamela
Load More In Travel
Comments are closed.

Check Also

Ketahui Manfaat Penggunaan CPAP Untuk Sleep Apnea

CPAP adalah singkatan dari continous positive airway pressure, dimana alat ini merupakan s…