Home Wisata Keindahan Wisata Sangeh Monkey Forest Bali

Keindahan Wisata Sangeh Monkey Forest Bali

10 min read
0
0
44
Sangeh Monkey Forest Bali

Sangeh Bali – Tempat Wisata Hutan Monyet dan Pohon Pala – Jika ditanya provinsi di Indonesia yang memiliki paling banyak tempat wisata yang terkenal hingga di seluruh dunia, mungkin Bali adalah jawabannya. Bali memiliki begitu banyak tempat wisata yang dikagumi oleh para wisatawan internasional. Saking banyaknya tempat wisata di Bali, ada beberapa diantaranya yang mungkin jarang diketahui keberadaannya, salah satunya adalah Taman Wisata Alam Sangeh (Objek Wisata Bukit Sari Sangeh) atau sering juga disebut sebagai Sangeh Monkey Forest .

Sesuai dengan namanya, Sangeh Monkey Forest Bali terkenal sebagai tempatnya para monyet, hanya saja popularitasnya kalah dari Ubud Monkey Forest yang lebih sering terekspos media, terutama karena banyak artis-artis terkenal mancanegara maupun Indonesia yang sering berwisata ke tempat wisata tersebut serta di Pura Luhur Uluwatu di Pecatu yang cukup banyak juga monyet-monyet berkeliaran di dalam kawasan wisata tersebut, meskipun bukan monyet-monyet itu yang menjadi daya tarik utamanya.

Sangeh Monkey Forest Bali
Sangeh Bali selain menjadikan monyet-monyet tersebut sebagai daya tarik utama, terdapat juga hutan yang masih sangat alami, tertata rapi dan cukup luas dan dianggap suci oleh masyarakat setempat. Seperti biasa, lebih lengkapnya mengenai hutan monyet Sangeh di Bali ini akan diulas secara lebih detail dalam blog nnoart.com ini mulai dari lokasi, sejarah, daya tarik wisata, harga tiket masuk, foto-foto dan lain sebagainya.

 

Lokasi Objek Wisata Sangeh Bali

Objek wisata Sangeh Bali ini terletak di Kabupaten Badung, Bali, tepatnya di desa Sangeh kecamatan Abiansemal, berada di seberang jalan ke Pelaga. Jaraknya tidak terlalu jauh dari kota Denpasar, hanya perlu menempuh kurang lebih 22 km perjalanan dari pusat kota Denpasar hingga tiba di Sangeh Monkey Forest ini yang biasanya menghabiskan waktu rata-rata kurang lebih 45 menit. Lokasi dari wisata Sangeh ini cukup dekat dengan Pura Taman Ayun di kecamatan Mengwi, jadi jika berwisata ke Sangeh bisa melanjutkan melihat keindahan Pura Taman Ayun. Lebih jelasnya mengenai letak Sangeh bisa dilihat pada Google Map di atas.

 

Sejarah dan Mitologi Mengenai Sangeh

Sangeh dapat dikatakan sebagai salah satu saksi bisu masa-masa kejayaan kerajaan Mengwi di pulau Bali. Saksi kemegahan era kejayaan Mengwi tersebut bisa dilihat pada Pura Taman Ayun. Di Sangeh juga terdapat pura bernama Pura Bukit Sari. Legenda mengatakan Pura Bukit Sari ini didirikan oleh putra angkat Raya Kerajaan Mengwi pada abad XVII, Cokorda Sakti Blambangan. Putra angkat tersebut bernama Anak Agung Anglurah Made Karangasem Sakti.

Menurut legenda, awal mula hingga Anak Agung Anglurah Made Karangasem Sakit ini mendirikan pura Bukit Sari disebabkan oleh adanya bisikan halus (wahyu) yang dia dapatkan. Wahyu tersebut mengatakan untuk mendirikan pura di hutan Sangeh. Setelah didirkan, Pura Bukit Sari terus dijaga dan dijadikan tempat beribadah bagi masyarakat sekitar.

Cerita mitologis mengenai Pura Bukit Sari ini tertulis pada Lontar Babad Mengwi. Putri Ida Batara di Gunung Agung dikabarkan sangat ingin untuk disungsung di Kerajaan Mengwi. Hutan pala yang ada di Gunung Agung, tempat dimana Putri Ida Batara Gunung Agung tinggal,  pindah secara misterius pada malam hari.

Perjalanan pohon-pohon pala ini terlihat oleh penduduk setempat di sekitar Desa Sangeh. Itulah yang menyebabkan pohon-pohon ini tidak bisa meneruskan perjalanan ke Mengwi dan saat ini terus menetap di Desa Sangeh hingga saat ini.

Nama atau penyebutan Sangeh pada objek wisata Sangeh Bali ini awal mulanya karena masyarakat sekitar percaya bahwa pohon-pohon pala yang ada di hutan ini datangnya dari Gunung Agung dengan berjalan sendiri bukan diangkut dengan sejenis kendaraan pada masa itu. Oleh karena pohon-pohon ini dilihat oleh orang, mereka langsung diam di tempat tersebut, sehingga pada akhirnya disebut Sangeh (Sang=orang; Ngeh=melihat;), yang berarti tempat dimana orang-orang melihat pohon berjalan dan pohon-pohon tersebut terdiam setelah dilihat orang. Sedangkan menurut pengelola objek wisata Sangeh, pohon pala didatangkan dari Gunung Agung dengan sejenis kendaraan untuk membuat taman, yang sebenarnya ingin dirahasiakan. Akan tetapi karena sudah terlanjur dilihat orang, pembuatan taman ini akhirnya dirahasiakan.

Konon Anak Agung Anglurah Made Karangasem Sakti (putra angkat Raja Mengwi pertama), menemukan bekas bangunan pelinggih di Desa Sangeh sekitar pohon-pohon pala. Cokorda Sakti Blambangan (Raja Mengwi Pertama) memerintahkan untuk membangun kembali pura dan pada akhirnya diberikan nama Pura Bukit Sari. Di Pura Bukit Sari, yang dipuja adalah Ida Batara Gunung Agung serta Batara Melanting.

Sedangkan untuk monyet-monyet yang ada di hutan Sangeh atau sekitar Pura Bukti Sari, menurut kabar atau cerita turun temurun yang beredar, monyet-monyet tersebut mempunyai raja tersendiri yang wilayah kekuasaannya terdiri dari tiga kerajaan. Raja ini merupakan raja tertinggi dari seluruh kelompok monyet yang ada. Setiap kelompok memiliki pemimpin tersendiri, sedangkan raja itu menjadi pemimpin paling tinggi bagi semua kelompok. Raja tertinggi ini berada di tempat yang paling luas di wilayah Sangeh yaitu di sekitar Pura Bukit Sari yang sakral.

Untuk memilih pemimpin para kera ini, mereka memilih yang memiliki kekuatan serta kharisma diatas rata-rata. Menjadi pemimpin para monyet atau kera ini, kelebihannya adalah memiliki hak-hak lebih banyak daripada kera-kera biasa, khususnya dalam memperoleh jatah makanan serta mengawini monyet betina. Raja kera (yang dituakan) memiliki kesempatan untuk makan makanan sepuasnya. Jika telah puas, barulah makanan sisa diberikan kepada kera-kera lainnya.

Daya Tarik Wisata Sangeh Bali

Ada beberapa objek penting di Sangeh yang menjadi daya tarik wisatanya, diantaranya adalah area hutan yang masih sangat alami dengan tumbuhan pala berusia ratusan tahun di dalamnya, keberadaan kawanan monyet yang menghuni hutan tersebut serta Pura Bukit Sari yang terletak di tengah-tengah hutan.

 

Kawasan Hutan Lindung di Sangeh dan Tumbuhan Pala di dalamnya

Hutan lindung inilah yang disebut Sangeh, sesuai dengan sejarah penamaannya yang telah saya beberkan diatas. Luas dari hutan Sangeh ini mencapai 14 Hektar dan tinggi pohon-pohonnya mencapai 50 meter. Hutan Sangeh ini terkenal sebagai hutan bagi tumbuhan pala (dipterrocarpustrinervis), yang menurut cerita turun temurun, tanaman tersebut tidak bisa tumbuh di tempat lain selain di Sangeh.

Load More Related Articles
Load More By Pamela
Load More In Wisata
Comments are closed.

Check Also

Kenali Macam Teh dan Khasiatnya, Mana yang Terbaik?

Berisi mengenai informasi tentang jenis jenis teh beserta kandungan dan khasiatnya. Member…